Our new Regenerative Agriculture Standard - Farm Requirements, Supply Chain Requirements, and accompanying Annexes are now in effect as of 1st March 2026. To learn more, click here!

Amharic is the latest language to be added to the Knowledge Hub. Amharic versions of key documents (e.g. Certification Standard, Annexes, Policies) are now available!

Kerangka acuan untuk pengembangan Standar Pertanian Berkelanjutan Rainforest Alliance-Kakao

Prev Next

Apa isi dokumen ini?

Dokumen ini menetapkan kerangka acuan untuk pengembangan Standar Pertanian Berkelanjutan (Sustainable Agriculture Standard) Rainforest Alliance-Kakao (SAS-Kakao) yang baru. Dokumen ini menjelaskan tujuan, ruang lingkup, dasar pemikiran, pendekatan konsultasi, proses pengujian kelayakan dan auditabilitas, jadwal kegiatan, dan pertimbangan utama dalam mengembangkan standar yang sederhana dan khusus untuk kakao.

Kapan dan bagaimana cara menggunakan dokumen ini?

Gunakan dokumen ini untuk memahami tujuan, ruang lingkup, proses konsultasi, dan pendekatan pengembangan SAS-Kakao. Dokumen ini ditujukan bagi para pemangku kepentingan yang berpartisipasi dalam konsultasi atau meninjau Standar yang diusulkan dan Modul CLMRS terkait, serta harus dibaca bersama dengan draf Standar, materi konsultasi, dan alat pengumpulan umpan balik.

1. Pendahuluan

Sektor kakao memiliki arti strategis bagi Rainforest Alliance, dengan cakupan sertifikasi yang luas di berbagai wilayah penghasil utama. Program Sertifikasi Rainforest Alliance beroperasi dalam skala yang signifikan di negara-negara utama penghasil kakao di seluruh Afrika Barat dan Tengah (misalnya Ghana dan Pantai Gading), Amerika Latin dan Karibia (misalnya Ekuador, Peru, Brasil, dan Republik Dominika) serta Asia-Pasifik (misalnya Indonesia dan Papua Nugini). Melalui kehadiran global ini, program sertifikasi menghasilkan dampak keberlanjutan bagi petani, pekerja, serta lanskap dan masyarakat pembudidaya kakao di berbagai wilayah geografis.

Untuk memperkuat dampak ini dan menjaga kredibilitas peraturan yang dinamis secara cepat dan pasar yang berkembang pesat, Rainforest Alliance sedang mengembangkan Standar Pertanian Berkelanjutan-Kakao (SAS-Kakao). Standar ini dirancang agar dapat diterapkan secara global namun tetap berakar pada realitas nasional dan regional, guna memastikan bahwa persyaratan relevan, praktis, dan efektif di berbagai konteks produksi kakao.

1.1 Penyederhanaan dan kejelasan untuk penerapan standar

Salah satu tujuan utama pengembangan SAS-Kakao adalah untuk menyederhanakan dan memperjelas kerangka sertifikasi. Saat ini, persyaratan untuk petani kakao tersebar di berbagai dokumen, yang membuatnya terpisah-pisah dan kurang jelas. Para pemangku kepentingan, terutama perusahaan, menyampaikan bahwa kompleksitas ini sering kali menyebabkan proses yang duplikatif dan inefisiensi dalam penerapannya.

Untuk mengatasi hal ini, SAS-Kakao akan mengonsolidasikan Kebijakan Sertifikasi Kebun dan Rantai Pasok Kakao di Afrika Barat dan Tengah serta semua persyaratan terkait kakao yang relevan dari Standar Pertanian Berkelanjutan (SAS) v1.4, termasuk persyaratan Kebijakan Penyelarasan EUDR, ke dalam satu dokumen yang koheren. Standar ini juga akan mengatur persyaratan ke dalam kategori tematik yang jelas, sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh petani, perusahaan, dan auditor. Selain itu, standar ini akan memberikan definisi yang lebih tepat dan panduan yang lebih jelas, mengurangi ambiguitas, serta mendukung penerapan dan verifikasi yang lebih konsisten.

1.2 Fokus pada prioritas khusus kakao

SAS-Kakao akan memberikan penekanan yang saksama pada isu-isu yang paling relevan dengan sektor kakao, sekaligus mengurangi persyaratan yang tidak secara langsung terkait dengan produksi kakao, dan konteks khusus sistem produksinya. Pendekatan terarah ini akan meningkatkan kegunaan dan dampaknya.

Area fokus utama untuk persyaratan dan titik data yang disesuaikan dengan konteks meliputi:

  • Peningkatan pengelolaan

  • Keterlacakan dan transparansi rantai pasok

  • Geodata, pencegahan dan pemantauan deforestasi

  • Hak asasi manusia dan penghidupan

  • Praktik pertanian berkelanjutan

  • Dukungan untuk petani

  • Penyelarasan dengan kerangka peraturan yang berkembang seperti EUDR, CSDDD, dan EUFLR.

1.3 Pengembangan yang berpusat pada pemangku kepentingan

Pengembangan Standar Pertanian Berkelanjutan-Kakao akan didasarkan pada pelibatan pemangku kepentingan secara luas di berbagai wilayah, termasuk:

  • Konsultasi publik di dalam negeri dan secara online dengan petani, perusahaan, pemerintah, Lembaga Sertifikasi, dan masyarakat sipil di Afrika, Amerika Latin, dan Asia untuk menilai keterterapan global

  • Pelibatan terarah dengan Pemegang Sertifikat (CH) dan kelompok lain yang kurang terwakili di dalam sektor ini untuk menilai kepraktisan penerapan

  • Pelibatan Lembaga Sertifikasi untuk memastikan bahwa persyaratan jelas dan dapat diaudit.

Melalui proses ini, Rainforest Alliance bertujuan untuk menciptakan standar yang lebih sederhana, jelas, konsisten secara global, dan relevan secara lokal, sekaligus memperkuat dampaknya terhadap tantangan keberlanjutan yang paling mendesak di sektor kakao.

2. Ruang lingkup standar

SAS-Kakao sedang dikembangkan sebagai kerangka kerja yang dapat diterapkan secara global untuk produksi kakao berkelanjutan. Standar ini akan berlaku di semua wilayah yang menerapkan sertifikasi kakao Rainforest Alliance, termasuk Afrika, Amerika Latin dan Karibia, serta Asia-Pasifik, guna memastikan pendekatan yang konsisten terhadap persyaratan, pengumpulan data, dan hasil.

Ruang lingkup Standar ini akan selaras erat dengan Standar Pertanian Berkelanjutan Rainforest Alliance sekaligus mencakup berbagai topik keberlanjutan khusus kakao, termasuk produksi kebun, manajemen kelompok, keterlacakan, dan area risiko utama seperti deforestasi dan hak asasi manusia. Langkah ini memastikan bahwa Standar benar-benar berfokus pada persoalan keberlanjutan yang paling relevan bagi sektor kakao.

SAS-Kakao juga dikembangkan agar selaras dengan kerangka peraturan internasional utama, persyaratan uji tuntas, dan standar sektor, termasuk Peraturan Anti-Deforestasi Uni Eropa (EUDR), Arahan Uji Tuntas Keberlanjutan Perusahaan (CSDDD), Peraturan Anti-Kerja Paksa Uni Eropa (EUFLR), seri Standar Regional Afrika 1000 untuk Kakao (ARS 1000), Panduan Uji Tuntas OECD untuk Rantai Pasok Komoditas Pertanian yang Bertanggung Jawab, dan Prinsip-Prinsip Panduan PBB tentang Bisnis dan Hak Asasi Manusia (UNGP). Penyelarasan ini dimaksudkan untuk mendukung Pemegang Sertifikat dan pelaku rantai pasok dalam memenuhi ekspektasi hukum dan pasar yang muncul, terkait dengan perlindungan lingkungan, deforestasi, keterlacakan, hak asasi manusia, hak pekerja, dan uji tuntas, sekaligus menggiatkan praktik berkelanjutan yang diakui secara global.

3. Dasar Pemikiran

Sebagaimana disebutkan di atas, SAS-Kakao bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas Program Sertifikasi Rainforest Alliance dalam memberikan dampak di sektor kakao, sekaligus mengatasi persoalan keberlanjutan utama yang terkait dengan produksi kakao.

3.1 Peningkatan kejelasan melalui persyaratan yang diarusutamakan

Penyederhanaan dan konsolidasi kerangka sertifikasi sangat penting untuk meningkatkan efektivitas dan dampak dalam produksi kakao. Dalam sistem saat ini, persyaratan yang berlaku untuk sektor kakao tersebar di berbagai dokumen, sehingga menyebabkan fragmentasi, tumpang tindih, dan biaya yang lebih tinggi, serta potensi inkonsistensi dalam kualitas penerapannya. Hal ini menimbulkan situasi yang mengakibatkan proses yang duplikatif, sistem pengumpulan data yang paralel, dan peningkatan beban administratif.

Dengan mengonsolidasikan dokumen-dokumen mengikat kami, jika memungkinkan, menjadi satu Standar Pertanian Berkelanjutan-Kakao yang koheren, yang disusun ke dalam area tematik yang jelas, kerangka kerja yang diusulkan akan secara signifikan meningkatkan kejelasan dan kegunaan. Definisi yang lebih jelas dan struktur persyaratan yang lebih baik akan mengurangi ambiguitas, sehingga pemangku kepentingan dapat lebih memahami apa yang dipersyaratkan dan bagaimana menerapkannya secara konsisten.

Dengan mengurangi duplikasi, maka petani, organisasi, dan pihak pendukung dapat memfokuskan sumber daya pada tindakan keberlanjutan yang paling berdampak, bukan terlalu berfokus pada kepatuhan administratif. Daripada menghabiskan waktu untuk menyelaraskan persyaratan yang tumpang tindih atau mengelola berbagai alur pelaporan, para pemangku kepentingan dapat berinvestasi secara lebih langsung dalam mengatasi tantangan utama sektor ini.

Selain itu, penyederhanaan akan meningkatkan kualitas dan konsistensi verifikasi. Ketika persyaratan lebih jelas dan tidak duplikatif, auditor dapat menilai kepatuhan dengan lebih efisien dan dengan lebih sedikit variasi dalam interpretasi. Hal ini memperkuat kredibilitas dan keterbandingan hasil sertifikasi, sekaligus mengurangi risiko kebingungan atau temuan audit yang tidak konsisten.

3.2 Peningkatan pengelolaan

Produksi kakao didominasi oleh jutaan petani kecil, yang sering kali beroperasi di lahan sempit dengan akses terbatas terhadap keuangan dan pelatihan, serta dalam beberapa kasus berada dalam konteks dengan kapasitas organisasi yang rendah. Sistem pengelolaan kebun dan kelompok yang lemah menyebabkan rendahnya produktivitas, penggunaan sarana produksi pertanian (saprodi) yang tidak efisien, dan terbatasnya kemampuan untuk mematuhi persyaratan. Oleh karena itu, persyaratan yang mendukung praktik pengelolaan (misalnya pencatatan, pendaftaran anggota kelompok, dan pengendalian internal) harus diperkuat untuk meningkatkan produktivitas dan memastikan kepatuhan, dan agar petani dan koperasi dapat berpartisipasi secara lebih efektif di pasar global. SAS-Kakao mengatasi kesenjangan sistemis ini, tetapi tetap dapat disesuaikan dengan berbagai ukuran kebun dan kapasitas organisasi. Dengan menetapkan persyaratan yang jelas dan berbasis risiko, Standar ini mendukung peningkatan berkesinambungan, memperkuat kredibilitas pemastian, dan menyelaraskan praktik produsen dengan ekspektasi pasar dan peraturan yang terus meningkat. Sistem pengelolaan yang ditingkatkan juga akan mendukung struktur kebun besar dalam konteks regional lainnya melalui perencanaan operasional, manajemen tenaga kerja, dan keterlacakan yang lebih kuat — yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan akses pasar secara keseluruhan di berbagai struktur kebun.

3.3 Keterlacakan dan transparansi rantai pasok

Rantai pasok kakao sangat terfragmentasi dan bertingkat, yang sering kali melibatkan perantara informal, sehingga menyulitkan pelacakan kakao kembali ke asalnya. Kurangnya transparansi ini menghambat upaya untuk mengatasi risiko keberlanjutan utama. Penguatan persyaratan dan peningkatan visibilitas keterlacakan, yang didukung oleh alat yang tepat dan data tingkat kebun, akan memberikan visibilitas, akuntabilitas, dan peluang yang lebih besar untuk berinvestasi dalam produksi kakao berkelanjutan dan penghidupan petani. SAS-Kakao memperkenalkan persyaratan terstruktur terkait topik ini, yang ditargetkan untuk meningkatkan keterlacakan dan pengawasan di lokasi dengan risiko tertinggi. Dengan memperkuat pengendalian di pusat pengumpulan dan menghubungkannya dengan data tingkat kebun, Standar ini mendukung informasi rantai pasok yang lebih andal, identifikasi risiko yang lebih baik, dan penyelarasan dengan ekspektasi pasar dan peraturan yang terus meningkat.

3.4 Geodata, pencegahan dan pemantauan deforestasi

Budi daya kakao menimbulkan risiko deforestasi yang besar, terutama di Afrika Barat, di mana konversi hutan untuk perkebunan kakao telah menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan degradasi ekosistem secara luas. Karena kakao sering ditanam di atau dekat area berhutan, maka data geolokasi dan pemantauan satelit semakin diperlukan untuk memverifikasi bahwa produksi tidak merambah kawasan lindung. Alat-alat ini juga penting untuk kepatuhan terhadap peraturan yang sedang berkembang dan untuk mendukung sistem produksi yang berdampak positif terhadap hutan, seperti agroforestri. Dalam konteks ini, SAS-Kakao menetapkan persyaratan yang jelas untuk pengumpulan data geolokasi, pemantauan, dan manajemen risiko di tingkat kebun dan rantai pasok. Dengan mengintegrasikan alat-alat ini ke dalam persyaratan sertifikasi, Standar ini memperkuat kemampuan untuk mencegah deforestasi, meningkatkan keterlacakan, dan memastikan penyelarasan dengan ekspektasi peraturan.

3.5 Hak asasi manusia dan penghidupan

Risiko hak asasi manusia, terutama praktik pekerja anak dan kerja paksa, tetap menjadi salah satu tantangan paling kritis di sektor kakao. SAS–Kakao yang diusulkan memperkuat sistem Kaji dan Tangani berbasis risiko Rainforest Alliance untuk lebih lanjut mencegah, mengidentifikasi, memitigasi, dan meremediasi risiko-risiko tersebut. Penanganan penghidupan dan hak asasi manusia, termasuk hak pekerja, merupakan hal yang mendasar untuk mencapai rantai pasok yang etis dan keberlanjutan sektor dalam jangka panjang. Standar ini, bersama dengan Modul CLMRS Rainforest Alliance yang bersifat opsional dan insentif yang dikaitkan dengan peningkatan penghidupan, mendukung peningkatan berkesinambungan hasil hak asasi manusia dan penghidupan. Secara bersamaan, langkah-langkah ini memperkuat akuntabilitas dan berselaras dengan ekspektasi peraturan dan pasar yang terus berkembang terkait perlindungan hak asasi manusia.

3.6 Modul Sistem Pemantauan dan Remediasi Pekerja Anak (CLMRS)

Yang juga termasuk dalam proses konsultasi ini adalah konsultasi mengenai Modul CLMRS Rainforest Alliance yang bersifat opsional, yang diperkenalkan kepada Pemegang Sertifikat saat ini dan calon Pemegang Sertifikat SAS-Kakao dan Standar Pertanian Berkelanjutan sebagai Modul opsional yang tersedia untuk Pemegang Sertifikat yang beroperasi di Afrika Barat dan Tengah. Modul CLMRS tidak menggantikan atau mengurangi persyaratan wajib terkait praktik pekerja anak dalam Standar tersebut. Semua operasi kakao bersertifikasi tetap terikat oleh persyaratan sistem Kaji dan tangani, yang merupakan landasan wajib untuk perlindungan dari praktik pekerja anak. Modul CLMRS didasarkan pada landasan tersebut dengan menyediakan sistem tingkat masyarakat yang terstruktur dan berkesinambungan bagi Pemegang Sertifikat dan mitra rantai pasok mereka untuk pemantauan, remediasi, dan tindak lanjut, yang selaras dengan Kriteria Inti International Cocoa Initiative (ICI) untuk Sistem Pemantauan dan Remediasi Pekerja Anak. Desain Modul CLMRS mencerminkan pendekatan yang proporsional. Modul ini memungkinkan kegiatan pemantauan dan remediasi yang lebih intensif di mana Pemegang Sertifikat dan mitra rantai pasoknya memiliki komitmen dan kapasitas untuk menerapkan dan mempertahankannya, sekaligus mencegah penerapan satu sistem yang preskriptif di semua konteks. Pendekatan ini juga mengakui bahwa penerapan CLMRS mungkin tidak layak atau tidak tepat dalam semua keadaan. Cakupan geografis Modul CLMRS saat ini terbatas pada Afrika Barat dan Tengah karena dua alasan:

  • Prevalensi praktik pekerja anak dalam produksi kakao sangat terkonsentrasi di wilayah ini.

  • Kriteria Inti ICI awalnya dikembangkan dan divalidasi di wilayah penghasil kakao Afrika Barat dan Tengah serta belum diadaptasi secara luas ke wilayah penghasil lainnya.

Rainforest Alliance berkomitmen untuk meninjau cakupan Modul CLMRS secara berkala dan menetapkan kriteria untuk memperluas ketersediaannya ke wilayah lain jika bukti mendukung perluasan tersebut.

Rainforest Alliance melakukan konsultasi mengenai Modul CLMRS sebagai bagian dari konsultasi pemangku kepentingan kakao yang lebih luas, bukan melalui proses terpisah, karena alasan berikut:

  • Integritas metodologis: Modul CLMRS tidak beroperasi secara terpisah. Modul ini dirancang untuk melengkapi persyaratan terkait praktik pekerja anak dan pendekatan uji tuntas yang lebih luas dalam SAS-Kakao. Oleh karena itu, para pemangku kepentingan dapat menilai relevansi, kelayakan, dan potensi dampaknya dengan lebih baik dalam konteks instrumen yang lebih luas.

  • Partisipasi yang bermakna dan seimbang: Kelompok pemangku kepentingan yang paling relevan dengan Modul CLMRS sangat bertumpang tindih dengan mereka yang terdampak oleh SAS-Kakao. Penyelenggaraan konsultasi secara terpisah akan menciptakan beban yang tidak perlu terhadap para pemangku kepentingan yang sama serta dapat mengurangi partisipasi dan kualitas umpan balik yang diterima. Dengan menyelenggarakan konsultasi untuk keduanya secara bersamaan, para pemangku kepentingan dapat mempertimbangkan kerangka kerja terkait praktik pekerja anak secara menyeluruh dalam satu proses.

  • Penyelarasan dengan Kode Praktik Baik ISEAL: Kode ISEAL mewajibkan setidaknya dua putaran konsultasi pemangku kepentingan selama pengembangan standar, tetapi tidak mewajibkan konsultasi terpisah untuk komponen individual. Konsultasi mengenai Modul CLMRS yang dilakukan dalam konsultasi standar yang lebih luas sesuai dengan persyaratan ISEAL ini.

  • Koherensi dan waktu: Modul CLMRS dimaksudkan agar tersedia bersama dengan SAS–Kakao untuk Pemegang Sertifikat yang ingin memperkuat upayanya dalam pemantauan dan remediasi pekerja anak. Konsultasi mengenai Modul ini bersama dengan SAS-Kakao mendukung proses pengembangan yang koheren dan memungkinkan pemangku kepentingan untuk memberikan umpan balik mengenai kerangka kerja terkait praktik pekerja anak secara keseluruhan pada saat yang bersamaan.

3.7 Praktik pertanian berkelanjutan

Perkebunan kakao menghadapi tekanan yang terus meningkat akibat perubahan iklim, degradasi tanah, hama, dan penurunan hasil panen, yang mengancam kelangsungan produksi jangka panjang. Praktik yang tidak berkelanjutan, misalnya rendahnya peremajaan kebun, varietas yang kurang optimal, serta pemupukan dan pengelolaan hama secara tidak tepat, menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati, penurunan kualitas tanah, dan meningkatnya kerentanan terhadap guncangan iklim. Persyaratan yang mendukung praktik produksi kakao berkelanjutan, misalnya pengelolaan tanah dan pengendalian hama terpadu, dapat meningkatkan ketahanan, meningkatkan hasil panen, dan mengurangi dampak lingkungan, sekaligus mendukung produktivitas jangka panjang dan penghasilan petani. SAS-Kakao menetapkan persyaratan yang jelas dan berbasis risiko yang mendorong penerapan praktik yang lebih berkelanjutan dan berketahanan iklim di berbagai sistem produksi. Dengan memperkuat pengelolaan di tingkat kebun dan mendorong peningkatan berkesinambungan, Standar ini mendukung adaptasi terhadap risiko iklim.

3.8 Dukungan untuk petani

Petani kakao sering kali tidak dapat mengakses pelatihan, sarana produksi pertanian (saprodi), keuangan, dan informasi pasar, sehingga membatasi kemampuan mereka untuk meningkatkan produktivitas dan mematuhi standar keberlanjutan. Mengingat lebih dari 90% kakao diproduksi oleh petani kecil, dukungan terarah untuk petani harus diberikan agar praktik dan teknologi dapat diterapkan dengan lebih baik. Sistem dukungan yang efektif, misalnya layanan penyuluhan, penguatan koperasi, dan akses terhadap data dan alat, harus disediakan agar persyaratan sertifikasi dapat membawa dampak di dunia nyata dan untuk memastikan partisipasi secara inklusif dalam rantai pasok kakao yang berkelanjutan. SAS-Kakao menguraikan persyaratan yang memperkuat sistem dukungan dan akuntabilitas untuk penyediaan layanan di tingkat kelompok dan rantai pasok. Dengan menggiatkan dukungan yang terstruktur untuk petani, peningkatan akses terhadap pengetahuan dan alat, serta pengambilan keputusan berbasis data, Standar ini memungkinkan penerapan praktik berkelanjutan yang lebih konsisten, mendukung peningkatan berkesinambungan, dan menyelaraskan dengan meningkatnya ekspektasi terhadap pengadaan pasokan yang bertanggung jawab dan rantai nilai yang inklusif.

3.9 Keselarasan dengan peraturan

Dengan mengintegrasikan persyaratan berbasis risiko, memperkuat pendekatan uji tuntas, meningkatkan ketersediaan data, dan memperkuat pengendalian di tingkat kebun dan tahap awal rantai pasok, Standar ini akan mendukung identifikasi, pencegahan, mitigasi, dan remediasi yang lebih kuat terhadap risiko lingkungan, ketenagakerjaan, dan hak asasi manusia. SAS-Kakao akan meningkatkan sistem keterlacakan, transparansi, dan pemantauan, sehingga produsen, pelaku rantai pasok, dan sistem pemastian dapat secara efektif memenuhi ekspektasi peraturan yang terus berkembang berdasarkan kerangka kerja seperti EUDR, CSDDD, dan EUFLR, sekaligus memperkuat kredibilitas dan integritas kakao bersertifikat Rainforest Alliance.

3.10 Pertimbangan terhadap standar lainnya

Di berbagai standar keberlanjutan terkemuka, termasuk Rainforest Alliance, Fairtrade, program perusahaan, dan Standar Regional Afrika untuk Kakao Berkelanjutan (African Regional Standard for Sustainable Cocoa), terdapat konvergensi yang kuat dalam area tematik inti, yang secara luas mencakup dimensi keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dengan beralih ke pendekatan khusus sektor, Rainforest Alliance dapat berselaras secara lebih erat dalam kasus di mana petani disertifikasi berdasarkan beberapa standar, yang banyak di antaranya khusus untuk sektor kakao. Dengan demikian, lebih dari 1.000 Pemegang Sertifikat yang memproduksi kakao bersertifikasi berdasarkan Standar Pertanian Berkelanjutan (SAS) Rainforest Alliance, bersama dengan 1,2 juta petani yang mereka representasikan, dapat memperoleh manfaat dari persyaratan yang lebih sederhana dan kontekstual.

4. Teori Perubahan

SAS-Kakao bertujuan untuk memberikan hasil terukur yang mendukung misi Rainforest Alliance untuk menciptakan sektor pertanian yang lebih berkelanjutan dan adil. Hasil ini mencakup perlindungan lebih kuat terhadap hak asasi manusia, peningkatan penghidupan, partisipasi petani kecil secara inklusif, perlindungan lingkungan melalui pencegahan deforestasi dan konservasi keanekaragaman hayati, adopsi praktik pertanian yang berketahanan iklim dan berkelanjutan, peningkatan produktivitas, akses pasar, dan kelangsungan jangka panjang sistem produksi kakao. Secara bersama-sama, hasil ini mendukung kredibilitas klaim keberlanjutan yang dibuktikan oleh SAS-Kakao, termasuk pengadaan pasokan yang bertanggung jawab, produksi bebas deforestasi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kinerja kebun secara berkesinambungan. Pengembangan SAS-Kakao dipandu oleh Teori Perubahan (ToC) Rainforest Alliance sebagai kerangka kerja untuk mengidentifikasi, menilai, dan memprioritaskan potensi perubahan pada Standar ini. ToC membantu memastikan bahwa persyaratan yang diusulkan menjawab tantangan keberlanjutan utama di sektor kakao dan memperkuat jalur di mana sertifikasi berkontribusi terhadap hasil ini. Perubahan yang diusulkan dievaluasi berdasarkan kontribusi yang diharapkan terhadap hasil dan dampak yang dituju, dengan tetap praktis dan dapat diterapkan di berbagai konteks penghasil kakao.

Pengembangan SAS-Kakao juga mempertimbangkan bagaimana persyaratan khusus kakao memperkuat perilaku bisnis yang bertanggung jawab, uji tuntas hak asasi manusia, pendapatan hidup layak dan jalur penghidupan, produksi bebas deforestasi, produktivitas dan profitabilitas kebun, serta layanan yang mendukung peningkatan berkesinambungan dan transformasi sektor jangka panjang.

Gambar 1. Hasil dan dampak jangka panjang SAS-Kakao.

5. Risiko penerapan

Penerapan SAS-Kakao menghadirkan beberapa risiko yang dapat memengaruhi kemampuannya dalam mencapai hasil yang diharapkan. Risiko ini mencakup ketersediaan dan aksesibilitas alat, data, dan layanan dukungan yang tidak merata, terutama untuk petani kecil, serta potensi inkonsistensi dalam interpretasi atau penerapan oleh pelaku pemastian. Terdapat pula risiko konsekuensi yang tidak diinginkan, seperti tersisihnya kelompok rentan, peningkatan beban administratif, atau berkurangnya akses pasar bagi mereka yang tidak mampu mematuhi persyaratan.

Secara khusus, efektivitas sistem yang ditujukan untuk mengidentifikasi, mencegah, memitigasi, dan remediasi risiko ketenagakerjaan dan hak asasi manusia dapat terkendala oleh kapasitas lokal yang terbatas, penerapan yang tidak konsisten, serta identifikasi, pemantauan, remediasi, dan tindak lanjut kasus yang tidak memadai. Untuk memitigasi risiko-risiko ini, Standar tersebut menerapkan pendekatan berbasis risiko. Sistem Kaji dan Tangani Rainforest Alliance mencakup penilaian risiko, penerapan langkah mitigasi, pemantauan berkesinambungan, dan remediasi kasus terkonfirmasi melalui Protokol Remediasi yang telah ditetapkan. Modul CLMRS Rainforest Alliance yang bersifat opsional dibangun berdasarkan persyaratan terkait praktik pekerja anak dalam sistem Kaji dan Tangani dengan meningkatkan intensitas, cakupan, dan durasi pemantauan, remediasi, dan kegiatan tindak lanjut terkait praktik pekerja anak. Bersama-sama, pendekatan ini mendorong peningkatan kesadaran, pengembangan kapasitas, dan penerapan prinsip-prinsip uji tuntas.

Untuk memastikan kelayakan penerapan, pengembangan SAS–Kakao akan mencakup uji coba bersama sejumlah Pemegang Sertifikat Kebun yang dipilih dari berbagai wilayah terkait dalam ruang lingkup. Uji coba ini akan membantu menilai kepraktisan persyaratan, proses pengumpulan data, identifikasi risiko, dan sistem pengelolaan di tingkat kebun dan kelompok. Selanjutnya, periode penerapan bertahap akan ditetapkan untuk mendukung transisi Pemegang Sertifikat Kebun Rainforest Alliance yang saat ini tersertifikasi berdasarkan Standar Pertanian Berkelanjutan.

Langkah tambahan, seperti panduan yang jelas dan pelatihan yang terarah, termasuk penerapan Modul CLMRS Rainforest Alliance, akan semakin mendukung penerapan yang konsisten dan meminimalkan dampak negatif yang tidak diinginkan.

Standar ini akan ditinjau setidaknya sekali setiap 5 (lima) tahun untuk menilai relevansi dan efektivitasnya yang berkesinambungan. Revisi yang diperlukan dalam periode ini akan dikelola sebagai berikut: perubahan non-substantif, seperti klarifikasi terhadap bahasa yang ada, tidak akan memerlukan proses formal. Perubahan ini akan dikomunikasikan secara transparan kepada pemangku kepentingan terkait sesuai dengan Prosedur Pengembangan Standar dan/atau Syarat dan Ketentuan Rainforest Alliance.

Perubahan substantif yang mendesak terhadap Standar sebagai respons terhadap risiko serius yang teridentifikasi melalui umpan balik, temuan audit, perkembangan peraturan yang signifikan, atau persoalan reputasi akan ditangani sesuai dengan Prosedur Pengembangan Standar Rainforest Alliance.

6. Kelayakan dan auditabilitas

Sejalan dengan Kode Praktik Baik ISEAL, Rainforest Alliance akan menilai kelayakan dan auditabilitas SAS–Kakao yang diusulkan sebagai bagian dari proses pengembangan standar. Rainforest Alliance mengakui bahwa SAS–Kakao yang diusulkan merepresentasikan perkembangan signifikan dalam pendekatan sertifikasi kakao miliknya. SAS-Kakao mengonsolidasikan komponen-komponen yang sebelumnya terpisah, termasuk Standar Pertanian Berkelanjutan, Kebijakan Kakao, persyaratan EUDR, dan keselarasan dengan kerangka peraturan terkait lainnya, ke dalam satu standar yang sederhana dan berfokus pada kakao yang berlaku untuk Pemegang Sertifikat kebun kakao di seluruh dunia.

Rainforest Alliance juga mengakui bahwa Standar yang diusulkan ini didasarkan pada unsur-unsur dalam Kebijakan Sertifikasi Kebun dan Rantai Pasok Kakao yang sudah ada, yang sebelumnya hanya berlaku di negara-negara tertentu di Afrika Barat dan Tengah. Oleh karena itu, perhatian khusus akan diberikan untuk menilai kelayakan dan auditabilitas persyaratan yang diusulkan di negara-negara penghasil kakao di mana Kebijakan tersebut sebelumnya belum diterapkan.

Melalui proses pengembangan yang terstruktur, Rainforest Alliance akan berupaya untuk memastikan bahwa Standar tersebut:

  • Mencerminkan perkembangan yang signifikan tetapi dikelola dengan baik dari sistem yang ada, yang memberikan nilai dan dampak yang lebih besar untuk sektor kakao

  • Tetap layak untuk diterapkan, terutama untuk produsen petani kecil.

  • Dapat diaudit sepenuhnya dan mampu memberikan hasil pemastian yang andal

6.1 Pendekatan terhadap kelayakan

Rainforest Alliance berkomitmen untuk memastikan bahwa Standar Pertanian Berkelanjutan–Kakao yang diusulkan adalah layak, praktis, dan relevan di berbagai konteks produksi kakao. Tujuan menyeluruh dari proses pengembangan standar ini adalah untuk menyederhanakan dokumen yang mengikat dan meningkatkan relevansi dengan memusatkan perhatian pada persyaratan yang secara langsung berlaku bagi sistem produksi kakao.

Karena SAS–Kakao yang diusulkan sebagian besar didasarkan pada dokumen mengikat yang sudah ada dan telah diterapkan oleh Pemegang Sertifikat Kebun, pendekatan yang ditargetkan untuk penilaian kelayakan dapat diterapkan. Untuk menilai kelayakan, kegiatan pengujian dan percontohan akan dilakukan bersama Pemegang Sertifikat Kebun di berbagai wilayah penghasil kakao (Brasil, Pantai Gading, dan Indonesia).

Uji coba dan percontohan ini akan berfokus pada:

  • Integrasi persyaratan yang berasal dari Standar Pertanian Berkelanjutan, Kebijakan Kakao Afrika Barat dan Tengah, persyaratan keselarasan EUDR, dan komponen lainnya dari Standar yang diusulkan.

  • Kelayakan dan kepraktisan penerapan Modul CLMRS Rainforest Alliance opsional yang diusulkan di berbagai konteks.

  • Kegunaan dan fungsionalitas semua alat digital baru yang mendukung penerapan, kepatuhan, dan pemantauan.

Perhatian khusus akan diberikan pada kelompok produsen kecil untuk memastikan bahwa persyaratan yang diusulkan tetap dapat diterapkan dengan mempertimbangkan realitas operasional, keterbatasan sumber daya, dan kapasitas organisasi mereka.

Selain itu, konsultasi yang dijelaskan dalam Bagian 7 akan menilai kejelasan, relevansi, kelayakan, dan beban penerapan dari persyaratan yang diusulkan.

Umpan balik dari konsultasi, uji coba, dan percontohan ini akan didokumentasikan secara sistematis dan digunakan untuk menyempurnakan SAS–Kakao yang diusulkan sebelum finalisasi.

6.2 Pendekatan terhadap auditabilitas

Dengan menyadari bahwa Standar Pertanian Berkelanjutan-Kakao yang disederhanakan tetapi dirancang ulang memperkenalkan unsur struktural dan operasional baru, Rainforest Alliance akan memastikan bahwa Standar yang diusulkan dapat diaudit dan diinterpretasikan secara konsisten oleh lembaga sertifikasi (certification body/CB).

Untuk menilai auditabilitas, lembaga sertifikasi akan dilibatkan secara aktif di seluruh proses konsultasi. Lembaga sertifikasi akan diminta untuk:

  • Meninjau persyaratan Standar yang diusulkan demi kejelasan, keterukuran, dan keterverifikasian.

  • Menilai auditabilitas komponen utama dalam Standar yang diusulkan, termasuk persyaratan baru pengumpulan data dan alat digital yang mendukung penerapan, kepatuhan, dan pemantauan.

  • Memberikan umpan balik mengenai potensi tantangan dalam pelaksanaan audit, termasuk kebutuhan waktu, ketersediaan data, dan verifikasi bukti.

  • Menilai kejelasan dan auditabilitas Modul CLMRS Rainforest Alliance opsional yang diusulkan.

Uji coba lapangan dan audit percontohan akan dilakukan, jika memungkinkan, untuk mengevaluasi:

  • Konsistensi interpretasi di antara auditor

  • Kepraktisan dalam mengaudit persyaratan baru dan yang diusulkan dalam kondisi lapangan

  • Setiap risiko subjektivitas atau ambiguitas dalam temuan audit

6.3 Penyempurnaan dan validasi

Temuan dari pengujian kelayakan, penilaian auditabilitas, dan konsultasi pemangku kepentingan akan dianalisis secara sistematis dan digunakan untuk menyempurnakan SAS–Kakao yang diusulkan dan Modul CLMRS Rainforest Alliance opsional yang diusulkan.

Rainforest Alliance akan:

  • Menyempurnakan persyaratan yang diusulkan untuk menangani tantangan yang teridentifikasi dan umpan balik pemangku kepentingan.

  • Memastikan bahwa Standar yang diusulkan tetap layak untuk diterapkan dan mampu memberikan hasil pemastian yang dapat diandalkan.

  • Memastikan bahwa Modul CLMRS Rainforest Alliance yang diusulkan praktis, relevan, dan dapat diterapkan dalam konteks yang dituju.

  • Berupaya menyeimbangkan penyederhanaan dan kegunaan dengan kredibilitas, integritas, dan efektivitas hasil sertifikasi.

7. Konsultasi

Pengembangan Standar Pertanian Berkelanjutan-Kakao akan didasarkan pada pelibatan pemangku kepentingan secara luas di berbagai wilayah, termasuk:

  • Konsultasi di dalam negeri dengan petani, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat sipil di Afrika, Amerika Latin, dan Asia-Pasifik.

  • Keterlibatan Lembaga Sertifikasi dalam konsultasi di dalam negeri untuk memastikan persyaratan sudah jelas dan dapat diaudit.

  • Konsultasi Publik mengenai Standar Pertanian Berkelanjutan untuk Kakao versi 0.1.

  • Pelibatan terarah dengan Pemegang Sertifikat untuk menilai kepraktisan penerapan.

  • Pelibatan terarah dengan kelompok yang kurang terwakili dan kelompok rentan (termasuk perempuan, pemuda, dan masyarakat termarginalkan) untuk memastikan bahwa perspektif, kendala, dan prioritas mereka tercermin secara memadai dalam perancangan Standar.

  • Lokakarya tatap muka dengan pemangku kepentingan di tingkat hilir

  • Konsultasi publik mengenai Standar Pertanian Berkelanjutan untuk Kakao versi 0.2.

Konsultasi akan dilakukan secara global, dengan lokakarya terarah yang berfokus pada negara-negara penghasil utama di Afrika, Amerika Latin, dan Asia Pasifik. Konsultasi mengenai Modul CLMRS Rainforest Alliance opsional yang diusulkan akan berfokus pada pemangku kepentingan di Afrika Barat dan Tengah, mencerminkan cakupan penerapan Modul yang dimaksudkan.

7.1 Pendekatan konsultasi Modul CLMRS

Modul CLMRS Rainforest Alliance opsional yang diusulkan akan dikonsultasikan bersamaan dengan SAS–Kakao melalui dua putaran konsultasi publik. Pertanyaan konsultasi khusus memungkinkan pemangku kepentingan untuk memberikan umpan balik spesifik mengenai rancangan, kelayakan, auditabilitas, dan relevansi Modul tersebut.

Diakui bahwa konsultasi mengenai Modul tersebut dapat dipengaruhi oleh risiko tertentu. Risiko ini dan langkah mitigasi terkait diuraikan di bawah ini.

  • Konsultasi yang tidak memadai mengenai Modul CLMRS: Modul CLMRS mungkin tidak mendapatkan perhatian yang cukup dan terfokus jika diserap ke dalam proses konsultasi yang lebih luas. Langkah mitigasi meliputi:

    • Bagian khusus Modul CLMRS dengan pertanyaan konsultasi dan surveinya sendiri.

    • Penjangkauan terarah yang proaktif kepada pemangku kepentingan utama.

    • Komitmen terhadap kegiatan konsultasi terarah tambahan, jika diperlukan.

  • Kesalahpahaman mengenai peran Modul CLMRS: Beberapa pemangku kepentingan mungkin menganggap Modul CLMRS sebagai pengganti, atau alternatif terhadap persyaratan wajib dalam Standar terkait praktik pekerja anak. Langkah mitigasi meliputi:

    • Komunikasi yang jelas dan konsisten bahwa Modul CLMRS adalah lapisan uji tuntas yang ditingkatkan, yang dibangun di atas persyaratan sistem Kaji dan Tangani yang wajib.

    • Komunikasi yang jelas bahwa Modul tersebut selaras dengan Kriteria Inti International Cocoa Initiative (ICI) untuk Sistem Pemantauan dan Remediasi Pekerja Anak serta mendukung uji tuntas terkait praktik pekerja anak.

    • Komunikasi yang jelas bahwa Modul ini tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya pendekatan untuk mengatasi praktik pekerja anak, melainkan melengkapi persyaratan terkait praktik pekerja anak dan pendekatan uji tuntas yang lebih luas dari Standar.

  • Keterbatasan cakupan regional: Beberapa pemangku kepentingan mungkin menafsirkan fokus geografis Modul saat ini sebagai indikasi bahwa risiko pekerja anak di wilayah lain terabaikan. Langkah mitigasi meliputi:

    • Mendeskripsikan dengan jelas dasar pemikiran fokus saat ini pada Afrika Barat dan Tengah.

    • Menentukan kondisi yang memungkinkan cakupan geografis Modul ditinjau dan diperluas.

    • Mempertimbangkan perluasan Modul di masa mendatang seiring dengan tersedianya bukti dan pengalaman penerapan.

7.2 Proses dan Metodologi

Rainforest Alliance akan menerapkan proses konsultasi terstruktur yang terdiri dari langkah-langkah berikut:

7.2.1 Pemetaan pemangku kepentingan

Identifikasi pemangku kepentingan yang relevan, yang meliputi:

  • Petani perorangan, pekerja, dan perwakilan mereka.

  • Organisasi produsen kakao (yaitu koperasi, asosiasi).

  • Pedagang, pengolah, produsen, merek, peretail, dan asosiasi industri.

  • Lembaga pemerintah dan penyusun aturan sektor

  • Lembaga Sertifikasi

  • Masyarakat sipil dan pakar teknis

Identifikasi mekanisme yang tepat untuk memungkinkan partisipasi kelompok yang kurang terwakili atau rentan (yaitu perempuan, pemuda, dan pekerja migran).

7.2.2 Pengumpulan umpan balik global yang terstruktur – putaran pertama

  • Publikasi dan komunikasi dalam bahasa kerja yang relevan mengenai Standar Pertanian Berkelanjutan untuk Kakao versi 0.1.

  • Publikasi dan komunikasi kerangka acuan konsultasi termasuk tujuan konsultasi, ruang lingkup, jadwal kegiatan, instruksi untuk memberikan umpan balik, dan proses pengambilan keputusan.

  • Permintaan umpan balik melalui survei online terbuka yang terstruktur.

  • Webinar online untuk meluncurkan konsultasi dalam bahasa kerja yang relevan.

  • Penyediaan alamat email khusus Rainforest Alliance untuk menerima umpan balik tambahan dari pemangku kepentingan yang terlibat.

7.2.3 Konsultasi multipemangku kepentingan terstruktur di tingkat nasional

  • Sesi konsultasi tatap muka regional di negara berikut: Pantai Gading, Ghana, Ekuador, Brasil, Peru, dan Indonesia.

  • Sesi konsultasi daring regional di Nigeria dan Kamerun.

  • Sesi tematik terarah, jika diperlukan, bersama badan penyusun aturan di dalam negeri, Lembaga Sertifikasi, dan kelompok kurang terwakili yang teridentifikasi. Hal ini akan mencakup CLMRS terarah pada praktik pekerja anak dan pemangku kepentingan yang berfokus pada hak anak, termasuk International Cocoa Initiative (ICI), organisasi non-pemerintah (NGO) terkait, dan organisasi produsen untuk memastikan bahwa masukan atas dasar informasi dan representatif diterima.

  • Sesi tematik terarah bersama pelaku Rantai Pasok.

  • Webinar daring untuk topik-topik tertentu seperti keterlacakan, upah dan pendapatan, serta kerangka peraturan, jika diperlukan.  

7.2.4 Tinjauan teknis internal

  • Kompilasi dan analisis masukan konsultasi.

  • Tinjauan internal oleh pakar bidang terkait di Rainforest Alliance.

  • Mengembangkan log keputusan yang mendokumentasikan bagaimana masukan konsultasi ditangani atau tidak ditindaklanjuti.

7.2.5 Penyusunan draf revisi SAS-Kakao

  • Revisi draf Standar Pertanian Berkelanjutan untuk Kakao versi 0.1 berdasarkan masukan konsultasi dan tinjauan teknis.

  • Proses tinjauan dan persetujuan internal sesuai dengan prosedur Pengembangan Standar Rainforest Alliance.

7.2.6 Pengumpulan umpan balik global terstruktur - putaran kedua

  • Publikasi dan komunikasi dalam bahasa kerja yang relevan untuk draf versi 0.2 pertama dari Standar Pertanian Berkelanjutan untuk Kakao.

  • Putaran kedua konsultasi akan dilakukan melalui survei online terbuka yang terstruktur mengenai perubahan yang dilakukan terhadap draf standar tersebut dan masalah substantif yang belum terselesaikan.

7.2.7 Konsultasi Komite Standar

  • Sub-komite dalam Komite Standar dengan keahlian di bidang kakao akan melakukan tinjauan dan memberikan saran.

7.2.8 Tinjauan teknis internal

  • Kompilasi dan analisis masukan konsultasi, serta penyampaian masukan yang dapat ditindaklanjuti untuk proses pengembangan standar

  • Tinjauan internal oleh pakar bidang terkait di Rainforest Alliance

  • Mengembangkan log keputusan yang mendokumentasikan bagaimana masukan konsultasi ditangani atau tidak ditindaklanjuti.

  • Pengembangan dokumen yang ditujukan untuk publik mengenai proses konsultasi

7.2.9 Finalisasi dan publikasi

  • Revisi akhir

  • Publikasi Standar Pertanian Berkelanjutan untuk Kakao versi 1.0 di Knowledge Hub Rainforest Alliance

  • Publikasi laporan konsultasi yang menjelaskan umpan balik yang diterima, persoalan utama yang diangkat, dan bagaimana hal-hal tersebut dipertimbangkan dalam pengembangan Standar.

  • Publikasi Dokumen Konsultasi sesuai dengan persyaratan ISEAL

7.2.10 Pemangku kepentingan dan partisipasi

Pemangku kepentingan yang akan dilibatkan dapat mencakup:

  • Pemegang Sertifikat Kakao dan organisasi produsen.

  • Perwakilan petani, pekerja, serta kelompok yang kurang terwakili dan kelompok rentan.

  • Lembaga Sertifikasi yang beroperasi di sektor kakao.

  • Pelaku industri dan pelaku rantai pasok.

  • Tim regional dan global Rainforest Alliance.

Jumlah dan format partisipasi akan ditentukan untuk setiap negara.

7.2.11 Biaya dan Tanggung Jawab

Rainforest Alliance:

  • Koordinasi dan manajemen keseluruhan konsultasi.

  • Kepemimpinan teknis dan penjaminan mutu.

  • Pengambilan keputusan akhir mengenai pengembangan Standar Pertanian Berkelanjutan untuk Kakao.

Pemangku kepentingan:

  • Memberikan masukan yang konstruktif dan berbasis bukti.

  • Berpartisipasi dengan itikad baik di sepanjang proses.

7.3 Jadwal Kegiatan

Tanggal

Kegiatan

11 Agustus 2026

Putaran pertama konsultasi publik global dibuka. Semua materi dipublikasikan di Knowledge Hub. Komunikasi melalui email dikirimkan kepada pemangku kepentingan di berbagai wilayah, termasuk tautan ke draf SAS-Kakao v0.1, kerangka acuan konsultasi, alat pengumpulan umpan balik online, dan alamat email untuk umpan balik.

11 Agustus 2026

Webinar peluncuran global dalam bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Portugis, dan Bahasa Indonesia. Webinar akan direkam dan dipublikasikan.

17 Agustus hingga 18 September 2026

Sesi konsultasi di dalam negeri.

11 Agustus hingga 18 September 2026

Sesi terarah dengan kelompok yang kurang terwakili dan badan penyusun aturan.

24 Agustus dan 14 September 2026

Webinar tematik.

5 Oktober 2026

Sesi konsultasi dengan pelaku rantai pasok.

13 Oktober hingga 13 November 2026

Penyusunan laporan konsultasi dan pengembangan draf versi kedua.

14 Desember 2026 hingga 14 Januari 2027

Putaran kedua konsultasi publik global.

Januari hingga Maret 2027

Pengembangan akhir dan publikasi Standar Pertanian Berkelanjutan-Kakao V1.0.

7.4 Batasan dan pengambilan keputusan

Meskipun semua umpan balik akan ditinjau dengan cermat, Rainforest Alliance mungkin tidak mengadopsi semua rekomendasi. Keputusan akan didasarkan pada kelayakan, keselarasan strategis, konsistensi hukum, dan potensi dampak. Rainforest Alliance juga mengakui jadwal pengembangan standar ini yang dipercepat, serta keterbatasan praktis dalam melakukan konsultasi dan uji coba di semua negara dan konteks. Selain itu, mungkin tidak memungkinkan untuk melakukan konsultasi menyeluruh mengenai semua sistem, platform, dan unsur peralatan pada saat pengembangan Standar; untuk memitigasi hal ini, komponen-komponen tersebut akan diuji coba dan disempurnakan setelah tersedia.

8. Revisi

Kerangka Acuan ini dapat diubah oleh Rainforest Alliance untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang selama proses konsultasi. Semua amandemen akan diberi versi dan dikomunikasikan sebagaimana mestinya.

Informasi lainnya

Tanggal publikasi pertama dokumen ini (v 1.0): 4 Agustus 2026

Dokumen yang dinyatakan "mengikat" harus dipatuhi untuk sertifikasi. Dokumen yang dinyatakan "tidak mengikat" menyajikan informasi yang tidak wajib diikuti, untuk membantu pembaca memahami dan menerapkan pedoman dan konten lainnya yang mengikat.

Penafian Terjemahan

Untuk pertanyaan terkait keakuratan informasi dalam naskah terjemahan ini, harap lakukan klarifikasi dengan versi resmi yang berbahasa Inggris. Segala ketidaksesuaian atau perbedaan makna akibat penerjemahan bersifat tidak mengikat dan tidak berpengaruh terhadap tujuan audit atau sertifikasi.

Dilarang keras memperbanyak, memodifikasi, menyebarluaskan, atau menerbitkan ulang konten dokumen ini tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari Rainforest Alliance.

Informasi selengkapnya?

Untuk informasi lebih lanjut mengenai cara memperoleh sertifikat Rainforest Alliance, hubungi tim Sukses Pelanggan kami di customersuccess@ra.org.

Untuk informasi lebih lanjut tentang Rainforest Alliance, kunjungi http://www.rainforest-alliance.org/id, hubungi info@ra.org atau kunjungi Kantor Rainforest Alliance Amsterdam yang beralamat di De Ruijterkade 6, 1013AA Amsterdam, Belanda.